Pengembangan Desa Mandiri Pangan Tahun 2020

Pembagian bibit sayur ke Kelompok Mandiri Pangan Tahun 2020
Pembagian ternak unggas ke kelompok Kelurahan Mandiri Pangan Tahun 2020

Kegiatan Pengembangan Desa Mandiri Pangan Dinas Pangan Tahun 2020

Amanat undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan bahwa negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman dan bermutu dan bergizi seimbang, mendasari hal tersebut, pada tahun 2020, Dinas Pangan Kota Salatiga kembali membagikan bibit sayuran, sarana produksi dan ternak unggas.

Jenis sayur yang dibagikan adalah kubis, cabe, tomat, terong, kangkung dan sawi sebanyak 150 polibag. Sarana produksi sebanyak 100 kg, ternak unggas berupa ayam kampong jantan sebanyak 100 ekor, ayam kampong betina sebanyak 100 ekor.

Pada tahun 2020, terdapat 10 titik penyaluran diantaranya Belon – Kumpulrejo, Randuacir-Argomulyo dan terdapat 4 titik di Sidorejo Lor.

Harapan dari kegiatan Pengembangan Desa Mandiri Pangan  adalah terwujudnya ketahanan pangan di setiap kelurahan dan untuk kebutuhan / konsumsi di tingkat keluarga.

Workshop “Mensiasati masa pandemi Covid-19 melalui program dan kegiatan Ketahanan Pangan guna menjaga stabilitas kebutuhan dasar masyarakat”

Foto bersama Kepala B2P3KS Yogyakarta Dr.Oetami Dewi bersama Kepala Dinas Pangan Kota Salatiga Roch Hadi,SH,MM beserta jajarannya sebelum Workshop 6 November 2020
Suasana Workshop yang digelar B2P3Ks Yogyakarta diikuti Beberapa instansi yang memiliki fokus garap pada pengentasan Kemiskinan

Yogjakarta, 6 November 2020. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) mengadakan Workshop dengan tema “Mensiasati masa pandemi Covid-19 melalui program dan kegiatan Ketahanan Pangan guna menjaga stabilitas kebutuhan dasar masyarakat”.

Dr. Oetami dewi selaku Kepala B2P3KS menyampaikan bahwa :

  1. B2P3KS hadir sebagai salah satu institusi pemerintah yang akan bekerjasama dengan semua pihak dalam upaya pengentasan kemiskinan;
  2. Kerjasama yang dilakukan dalam rangka mengetahui se efektif mana program bantuan pemerintah yang dikucurkan kepada masyarakat.
  3. Effort dalam pengentasan kemiskinan, harus sejalan antara program di pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sehingga output yang dihasilkan bisa selaras.

selain itu, dipaparkan juga materi Model Dapur Bude, Dapur BIMA untuk sedekah, Implementasi Model Pengentasan Kemiskinan Berbasis Komunitas ( Berdasarkan hasil Penelitian mandiri dampak sosial ekonomi pandemi Covid-19 terhadap keluarga miskin dan kelompok Rentan DIY.

di penghujung acara tersebut, di lakukan nota kesepahaman (MOU) antara B2P3KS dengan Dinas Pangan Kota Salatiga berkaitan Penandatanganan MOU Penelitian permasalahan sosial dalam hal Efektifitas Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan guna menjaga stabilitas kebutuhan dasar masyarakat di Kota Salatiga (nish)

Penyerahan Bantuan Beras secara Simbolis oleh Wali kota Salatiga dalam Kegiatan Pengembangan Cadangan Pangan Daerah Tahun 2020

Kauman Kidul, Sidorejo, pada Rabu, 17 November 2020 Wali kota Salatiga membagikan beras secara simbolis kepada masyarakat yang mengalami rawan pangan pada masa Pandemi Covid-19.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, mengamanatkan bahwa Negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu dan bergizi seimbang baik pada tingkat Nasional maupun tingkat Daerah. pengadaan cadangan pangan dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) karena dapat disimpan dalam jangka waktu lama. Sampai saat ini, jumlah GKG yang tersedia di Gapoktan Prima Agung berjumlah 67,12 ton. Pada tahun 2020, jumlah Cadangan pangan (beras) yang akan disalurkan sebanyak 545 KK dengan setiap kepala keluarga mendapatkan 10 kg beras, dengan total beras yang disalurkan sebanyak 5,45 ton yang setara dengan 9,08 ton GKG.